Almira Anak Ayah biasanya itu panggilan yang kerap kusandangkan pada putri pertamaku, Almira Sahwahita Arif. Dia adalah motivasi terbesarku saat ini untuk tetap di jalan cita-citaku. Putri yang luar biasa cerdas, tidak kenal takut, sayang pada ayah
. Putri yang dimana aku menggantungkan sebagian cita-citaku untuk diraihnya.
Apakah karena Almira gantungan sebagian cita-citaku maka aku berhak untuk memaksakan kehendakku. Tentu tidak. Almira bebas menentukan jalan hidupnya sendiri, tentu dengan bimbingan kami orang tuanya. Namun tidak akan ada kata atau tindakan yang bernada memaksa dalam perjalanan hidupnya, kecuali dalam batasan agama, kami berhak intervensi demi kebaikannya.
Anak itu seperti anak panah yang lepas dari busurnya, demikian ungkapan indah seorang Khalil Gibran. Kita bisa mengarahkan busur kemana saja kita suka, maka anak panah akan mengarah kesana.
